Selasa, 15 April 2014

Review Presentasi Kelompok 5


MODIFIKASI DALAM METODE EQUITY
LAPORAN KEUANGAN YANG DIKONSOLIDASI
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam prosedur pencatatan terhadap investasi saham pada perusahaan anak dengan menggunakan metode equity adalah :
  1. Rugi dan Laba bersih dari perusahaan anak
Adanya keuntungan yang di dapat dan rugi yang di derita berakibat terjadinya perubahan perusahaan anak, maka terhadap keuntungan yang diperoleh dan atau rugi yang diderita oleh perusahaan anak, harus diakui dan dicatat oleh perusahaan induk.
2.      Dividen yang dibagikan oleh Perusahaan Anak
Perusahaan anak pembagian dividen ini akan berakibat kurangnya saldo Laba Yang Ditahan di satu pihak dan menaikkan jumlah hutang lancar atau mengurangi jumlah uang kas dalam hal pembayarannya dilakukan tunai di pihak yang lain.
Modifikasi Metode Equity
Perusahaan induk mencatat dan mengakui bagian atas laba atau rugi perusahaan anak yang ditampung dalam rekening Investasi Saham dan mengakui pembagian deviden dari perusahaan anak sebagai realisasi dari/pencarian dari sebagian Investasi/Penanaman Modal pada perusahaan anak di sebut dengan metode yang konvensional.
Hutang Piutang Antar Perusahaan Afiliasi
Di dalam neraca yang dikonsolidasikan tidak lagi dibenarkan melaporkan hak-hak dari perusahaan yang satu atas perusahaan yang lain yang berafiliasi atau sebaliknya kewajiban-kewajiban dari suatu perusahaan kepada perusahaan lain yang berafiliasi tersebut.saldo rekening-rekening timbal balik yang timbul dapat berasal dari transaksi-transaksi penjualan, pemberian uang muka/piutang di antara perusahaan afiliasi, pengumuman/pembagian dividen oleh perusahaan anak. Saldo rekening-rekening timbal balik tersebut, harus dieliminassi dalam neraca konsolidasi.
Masalah Eliminasi terhadap Wesel Tagih dan atau Wesel Bayar yang telah Didiskontokan
  1. Menghapuskan rekening-rekening Wesel Bayar pada perusahaan afiliasi
  2. Menghapuskan rekening Wesel Tagih Yang Didiskontokan dengan rekening lawan “Wesel Bayar” yang berarti timbulnya kewajiban pada pihak luar.
Masalah Penyesuaian dan Koreksi sebelum Penyusunan Neraca Konsolidasi
  1. Tidak dipercayanya oleh salah satu pihak dari perusahaan-perusahaan yang berafiliasi terhadap informasi keuangan tertentu.
  2. Adanya pos-pos yang masih dalam proses, sehingga suatu informasi telah dicatat oleh satu pihak akan tetapi belum dicatat oleh pihak yang lain berhubung dengan faktor waktu.
Masalah Selisih Harga Perolehan dari Nilai Buku Saham
Pada metode ini eliminasi terhadap saldo rekening Investasi Saham-saham perusahaan anak dimana jumlahnya selalu berubah-ubah didasarkan atas posisi terakhir hak-hak para pemegang saham perusahaan anak yang jumlahnya juga selalu berubah-ubah.
PENYUSUNAN NERACA KONSOLIDASI

Laporan Neraca Konsolidasi
                    Membuat laporan keuangan gabungan antara perusahaan anak dan perusahaan induk. Neraca konsolidasi yaitu neraca yang menggambarkan aktiva dan pasiva bersih secara keseluruhan dari induk perusahaah beserta anak perusahaan.

Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi
Agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga.
Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi
1.      Untuk kepentingan jangka panjang, efek anak perusahaan terhadap induk
2.      Memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan tehadap kinerja grup anak perusahaan
3.      Kepentingan informasi pihak luar
Manfaat Keterbatasan Laporan Keuangan Konsolidasi
1.      Kinerja keuangan anggota perusahaan yang tidak bagus akan tertutupi
2.      Rasio keuangan tidak mencerminkan rasio keuangan perusahaan
3.      Ketidaktepatan penyusunan rekening akuntansi seluruh perusahaan
4.      Kekuranglengkapan catatan laporan keuangan perusahaan individu

Gambaran Umum Proses Konsolidasi
Prosedur dan proses pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi diawali dengan penggabungan dengan cara menambahkan secara bersama-sama Laporan Keuangan yang terpisah yang terdiri dari dua entitas atau lebih. Proses pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi akan menjadi masalah apabila kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%.

Review Presentasi Kelompok 4


Laporan keuangan konsolidasi menurut Equity  adalah penyusunan laporan keuangan ini memandang investasi perusahaan induk terhadap perusahaan anak sebagai penyertaan modal sehingga jika aktiva bersih perusahaan anak berubah karena adanya kegiatan operasional maka secara otomatis akan mengakibatkan perubahan pada nilai investasi di perusahaan induk.
Pencatatan Investasi Saham Pada Perusahaan Anak Dengan Metode Equity
Suatu anggapan bahwa invesstasi pada anak sejajar dan sama dengan investasi pada perusahaan cabang lainnya.
Alasan Diterapkan Metode Equity
Bahwa perusahaan induk dan perusahaan anak merupakan bagian dari suatu kegiatan usaha maka perubahan-perubahan yang terjadi didalam perubahan modal pada perusahaan anak harus diakui daan dicatat oleh perusahaan induk.

Ada beberapa perkiraan account yang perlu diperhatikan pada laporan keuangan konsolidasi menurut equity :
1.      Investasi saham dalam perusahaan anak
Yang akan berubah jumlah nya apabila perusahaan anak melaporkan adanya laba rugi
2.      Kas
Akan berubah jumlah nya apabila perusahaan induk menerima pembagian deviden saham milik perusahaan anak.
3.      Piutang deviden perusahaan anak
Yang timbul karena perusahaan mengumumkan dividen namun belum dibayar. Harus dihapuskan telah dibayar tunai.
4.      Laba yang ditahan perusahaan induk
Akan berubah jumlah nya apabila perusahaan anak melaporkan adanya rugi laba.
5.      Laba yang ditahan perusahaan anak
Akan berubah jumlah nya apabila rugi laba pada saat pembagiaan deviden pada perusahaan anak itu sendiri.

Penerapan Prosedur Akuntansi Menurut Metode Equity
·            Perusahaan induk dan investasi yang dikendalikan diperlukan sebagai bagian dari kesatuan yang terpadu.
·            Darisegi hokum perusahaan induk dibedakan dari perusahaan anak namun akuntansinya didasarkan pada hubungan ekonomi diantara keduanya.
·            Penggunaan metode equity membutuhkan proses akuntansi.

Prosedur pencatatan investasi menggunakan metode equity :
·         Rugi dan Laba bersih perusahaan
·         Deviden yang dibagikan oleh perusahaan

Selasa, 01 April 2014

Review Presentasi ke-2


KONSEP AKUNTANSI GABUNGAN USAHA AKUNTANSI UNTUK INVESTASI DALAM SAHAM

Ø  Equity Method
Dicatat sebesar biaya perolehan dan disesuaikan dengan keuntungan.
Ø  Cost Method
Dicatat sebesar biaya yang dikeluarkan.

Konsep Gabungan Usaha
§  Metode penyatuan kepentingan
Metode ini digunakan apabila perusahaan menerbitkan sahaam dengan hak suara seperti voting sebagai pertukaran sebanyak 90% dari saham dengan hak suara yang diakuisisi.
§  Metode Pembelian
Aktiva harus dicatat sebesar harga pokoknya bagi pembeli sehingga jumlahnya tidak perlu sama dengan nilai yang dilaporkan pada buku penjual.

Pertanyaan
1.      Kenapa perussahaan besar menggunakan equity method ?
Jawab : karena investasi keuntungan  20%.- 50%.
2.      Bagaimana didalam investasi terdapat lebih dari satu saham ?
Jawab : Jika posisi control terhadap perusahaan anak melalui pemilikan saham-sahamnya dan satu jenis saham, maka dibedakan besarnya bagian hak-hak pemegang saham menurut jenisnya masing-masing.

Senin, 24 Maret 2014

Review Kelompok 1 (AKLAN)



A.     PENGGABUNGAN USAHA
Pengabungan entitas usaha yang terpisah adalah suatu alternative perluasaan secara internal melalui akuisisi atau pengembangan kekayaan perusahaan secara bertahap, daan seringkali memberikan manfaat bagi semua entitas yang bersatu dan pemiliknya.
Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. 22 paragraf 08 tahun 1999 : “Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting with) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain”.
Alasan – alasan penggabungan usaha :
Ø Manfaat Biaya (Cost Adventage)
Seringkali lebih murah bagi perusahaan untuk memperoleh fasilitas yang dibutuhkan melalui pengembangan. Hal ini benar, terutama pada periode inflasi.

Ø Resiko Lebih Rendah (Lower Risk)
Membeli lini produk dan pasar yang telah didirkan biasanya lebih kecil resikonya dibandingkan dengan mengembangkan produk baru dan pasarnya.

Ø Penundaan Operasi Peengurangan (Fewer Operating Delays)
Fasilitas-fasilitas pabrik yang diperoleeh melalui penggabungan usaha dapat diharapkan untuk segera beroperasi dan memenuhi peraturan yang berhubungan dengan lingkungan dan peraturan pemerintah yang lainnya.

Ø Mencegah Pengambilalihan (Avoidance of Takeovers). 
Beberapa perusahaan bergabung untuk mencegah pengakuisisian diantara mereka. Karena perusahaan-perusahaan yang lebih kecil cenderung lebih mudah diserang untuk diambilalih, beberapa di antara mereka memakai strategi pembeli yang agresif sebagai pertahanan terbaik melawan usaha pengambilalihan oleh perusahaan lain. Perusahaan-perusahaan dengan rasio hutang-terhadap ekuitas yang tinggi biasanya bukan merupakan calon pengambilalih yang menarik. Dalam industri perbankan, contohnya, bank-bank yang independent mengakuisisi bank-bank tetangganya untuk memperluas pangsa pasar (market share) dan berkembang menjadi bank regional. Bank menggunakan penggabungan sebagai suatu cara untuk mencegah pengambilalihan oleh bank asing.

Ø Akuisisi Harta Tidak Berwujud (Acquisition of Intangble Assets)
Penggabungan usaha melibatkan penggabungan sumber daya tidak berwujud maupun berwujud.

Bentuk Penggabungan Usaha
            Adapun bentuk-bentuk penggabungan usaha menurut Arifin S (2002 : 240-241) dapat dibedakan ke dalam beberapa golongan, antara lain sebagai berikut :

        1)    Ditinjau dari bentuk penggabungannya, terdapat tiga bentuk penggabungan    usaha         sebagai berikut :
·        Penggabungan horisontal,
            yaitu penggabungan perusahaan-perusahaan yang sejenis yang menjadi satu perusahaan yang lebih besar. Pada umumnya dasar dibentuknya penggabungan usaha ini adalah untuk menghindari adanya persaingan diantara perusahaan yang sejenis dan meningkatkan efisiensi diantara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan tersebut.
·        Penggabungan vertikal,
            yaitu penggabungan perusahaan yang sebelumnya, keduanya mempunyai hubungan yang saling menguntungkan, misalnya suatu perusahaan lain yang kemudian pemasok (supplier) bahan baku perusahaan lain yang kemudian bergabung agar dapat terjaga adanya kepastian bahan baku dan kontinuitas produksi.
·        Penggabungan konglomerat,
            yaitu merupakan kombinasi dari penggabungan horisontal dan vertikal. Penggabungan konglomerat ini merupakan gabungan dari perusahaan-perusahaan yang memiliki usaha yang berlainan misalnya perusahaan angkutan bergabung dengan perusahaan jasa hotel dan perusahaan makanan catering).

2) Sedangkan dari segi hukumnya, penggabungan usaha dibagi menjadi :
Ø Merger, yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan membeli perusahaan             lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut     menjadi anak perusahaannya atau             dibubarkan. Perusahaan yang dibelinya sudah tidak mempunyai status hukum lagi dan yang             mempunyai status hukum adalah perusahaan yang membelinya.

Ø Konsolidasi, merupakan bentuk lain dari merger, yaitu penggabungan usaha dengan cara             satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain membentuk satu perusahaan baru.

Ø Afiliasi, yaitu penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau      seluruh saham perusahaan lain tntuk memperoleh hak pengendalian (controlling interest).Perusahaan yang dikuasai tersebut tidak kehilangan status hukumnya dan masih beroperasi     sebagaimana perusahaan lainnya.
Metode Penyatuan Kepentingan
•           Transaksi didasarkan pada nilai buku seluruh aktiva dan kewajiban (net asset) yang             diserahkan.
•           Terdapat kontinuitas (kesinambungan usaha) sebelum dan sesudah terjadinya       penggabungan usaha
•           Harus memenuhi syarat-syarat khusus yang pada hakekatnya menjamin terjadinya            kontinuitas usaha.
•           Pembelian di tengah periode akuntansi diasumsikan sebagai pembelian di awal      periode akuntansi.
•           Jika terjadi pembelian di tengah periode akuntansi, maka pencatatan perusahaan yang dibeli tidak perlu dicatat, tetapi langsung ditransfer ke pembukuan pembelian.
           Penilain kembali / penutupan buku tidak diperlukan karena yang dijadikan dasar    mencatat adalah nilai pada awal periode dan perkiraan nominal sampai dengan            periode penjualan.

Beban Penggabungan
•           Beban yang muncul dari penggabungan usaha :
* dicatat sebagai beban pada berjalan tidak mempengaruhi harga perolehan dan agio saham yang dicatat
B. Kontribusi Relatif Perusahaan-perusahaan yang Bergabung
            Jika perusahaan yang baru dibentuk dalam konsolidasi akan mengeluarkan modal saham sebagai alat pembayaran kepada perusahaan-perusahaan yang digabung, dapat dipakai dua cara (pendekatan) di dalam menentukan banyaknya saham yang harus diserahkan kepada masing-masing perusahaan yang digabung.
1. Kontribusi Relatif dari Kekayaan Bersih.
            Laporan keuangan dari masing-masing pihak harus disusun atas dasar harga pasarnya (harga yang disetujui oleh semua pihak). Tiap-tiap pos dari laporan keuangan harus diperiksa dan dianalisa secara khusus oleh akuntan yang independen, dan jika dirasa perlu, akuntan dapat menyusun kembali laporan keuangan tersebut agar supaya lebih informatif dan dapat diperbandingkan, serta sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.
2. Kontribusi Relatif dari Laba yang Diproyeksikan.
            Penentuan besarnya kontribusi relatif dari rata-rata keuntungan kepada perusahaan yang baru dibentuk memerlukan juga bantuan dari orang yang ahli di bidang ini. Ada beberapa langkah yg harus dilakukan yaitu: Laporan laba/rugi dari perusahaan yang digabung juga harus disusun sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim, seperti halnya pada neraca.


Kamis, 20 Maret 2014

Analisis Laporan Keuangan (Softskill)



1. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan Keuangan juga melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar, bersama dengan analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan (J. Fred Weston & Thomas E. Copeland, 1994: 24). Laporan keuangan adalah laporan yang memuat hasil-hasil perhitungan dari proses akuntansi yang menunjukkan kinerja keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. 2. Keterbatasan Laporan Keuangan
Laporan keuangan mempunyai kelemahan:
a. Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara;
b. Laporan keuangan menunjukan angka yang kelihatanya bersifat pasti dan tepat, tetapi dasar
c. penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah;
d. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan;
e. Laporan keuangan bersifat sejarah (histories) yang merupakan laporan kejadian-kejadian di masa lalu atau yang telah lewat;
f. Laporan keuangan itu bersifat umum, dan bukan untuk memenuhi keperluan tiap-tiap pemakai;
g. Laporan keuangan itu bersifat konservatif dalam sikapnya menghadapi ketidakpastian;
h. Laporan keuangan lebih menekankan keadaan yang sebenarya dilihat dari sudut ekonomi daripada berpegang pada formilnya; dan
i. Laporan keuangan menggunakan istilah-istilah tekhnis, sering terdapat istilah-istilah yang umum tetapi diberi pengertian yang khusus.

Prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE.
Keterbatasan Laporan Keuangan dengan melihat beberapa sifat laporan keuangan tersebut di atas maka dapat dilihat bahwa laporan keuangan itu mempunyai beberapa keterbatasan antara lain:
1. Laporan keuangan dibuat antara waktu tertentu (interm report) dan bukan merupakan laporan final.
2. Adanya beberapa standar nilai yang bergabung. Beberapa aktiva, biasanya aktiva tetap dilaporkan berdasarkan harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penghapusannya, karenanya nilai aktiva
itu dalam laporan keuangan akan tercantum sebesar nilai bukunya.
3. Adanya pengaruh daya beli uang berubah. Daya beli uang dari hari kehari selalu berubah sesuai dengan kehidupan perekonomian sehari-hari.
4. Adanya faktor-faktor yang tidak dinyatakan dengan uang, Laporan keuangan adalah akumulasi dari kejadian-kejadian atau transaksi-transaksi perusahaan yang dapat dinyatakan dengan satuan uang.
5. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat, oleh karena itu laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
6. Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak tertentu.
7. Proses penyusunan iaporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran - taksiran dan berbagai pertimbangan.
8. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material.
9. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian. Bila terdapat beberapa kemungkinan konklusi yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.
10. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomi suatu peristiwa / transaksi dari pada bentuk hukumnya (formalitas).
11. Laporan keuangan di susun dengan istlah-istilah teknis.
12. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomi dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.
13. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dikuantifikasikan umumnya diabaikan.
14. Nilai yang tercantum dineraca hanyalah nilai pada suatu saat tertentu saja.
15. Analisis harus menyadari kemungkinan adanya suatu window dressing.
16. Nilai beli rupiah makin lemah.
3. Tujuan Laporan Keuangan
 
Menurut PSAK (2004) tujuan laporan keuangan utk tujuan umum adl menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yg telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yg dipercayakan kepadanya.
 
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:
1. Aktiva
2. Kewajiban
3. Ekuitas
4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
5. Arus kas
Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.


Tujuan laporan keuangan menurut APB Statement No. 4 dapat dirumuskan dengan skema sebagai berikut :
 
Tujuan Khusus Menyajikan laporan:
 
1. Posisi keuangan
 
2. Hasil usaha
3. Perubahan posisi keuangan secara wajar sesuai dengan GAAP
Tujuan UmumMemberikan informasi :
1. Sumber ekonomi
2. Kewajiban
3. Kekayaan bersih
4. Proyeksi laba
5. Perubahan harta dan
 
Tujuan Kualitatif
1. Relevance
2. Understandability
3. Verifiability
4. Neutrality
5. Timelines
6. Comparability
7. Completeness
Sumber: Sofyan Syafri Harahap: Teori akuntansi, Rajawali pers. Jakarta 2000.
Sedangkan menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1, paragraf 12 menyatakan bahwa :
“Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi”. Demikianlah beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli tentang tujuan laporan keuangan, meskipun terdapat beberapa perbedaan namun kesemuanya itu dapat menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam suatu laporan keuangan.
4. Bentuk-bentuk Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan biasanya terdiri:
a. Neraca: laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu menunjukkan posisi keuangan (aktiva, utang dan modal) pada saat tertentu.
Tujuan neraca adalah menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender (misalnya pada tanggal 31 Desember 200x)
b. Laporan laba rugi: suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu
c. Laporan saldo laba: menunjukkan perubahan laba ditahan selama periode tertentu.
d. Laporan arus kas: Menujukkan arus kas selama periode tertentu.
e. Catatan atas laporan keuangan: berisi rincian neraca dan laporan laba rugi, kebijakan akuntansi, dan lain sebagainya.
5. Analisa Keuangan
• Analisa rasio keuangan
Pengertian “ Rasio “ merupakan alat yang dinyatakan dalam arithmetical term yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data finansial
 
• Analisa kekuatan dan kelemahan finansial
a. Analisa ratio
o Suatu cara untuk menganalisa hubungan dari berbagai pos dalam suatu laporan keuangan
o Hasil dan analisa ini merupakan dasar untuk dapat menintrepretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan
b. Dua cara perbandingan
1) Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu-waktu yang lalu (ratio histories) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu-waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama
2) Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan (rasio perusahaan) dengan rasio-rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau industri (ratio industry/ratio standart) untuk waktu yang sama.
c. Katergori Ratio Keuangan
• Menurut Lawrence D. Schall dan Charles W. Haley, yaitu :
– Liquidity ratio indicate the company,s capacity to meet short run obligations
– Leverage ratio indicate the company,s to meet its long term and short term debt obligation
– Activity ratio indicate how effectively the company ISSN using its assets
– Profitability ratio indicate the net returns on sales and assets
d. Macam rasio Berdasarkan sumbernya
• Rasio-rasio neraca (balance sheet ratios) – financial ratios
• Rasio-rasio laporan rugi dan laba (income statement ratios) – Operating ratios
 
• Rasio-rasio antar laporan ( interstatement rations) – Financial operating ratios
e. Pengelompokan Rasio
• Rasio likuiditas
– Rasio untuk mengukur likuiditas perusahaan
• Ratio leverage
– Rasio untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang
• Rasio-rasio aktivitas
– Rasio untuk mengukur seberapa besar efektifitas perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya
• Rasio-rasio profitabilitas
– Rasio yang menunjukan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan – keputusan
f. Banyak Macam Ratio
• Pada dasarnya amgka-angka ratio dapat dikelompokkan menjadi dua golongan :
– Ratio yang didasarkan pada sumber data keuangan
– Ratio disusun berdasarkan tujuan penganalisa dalam mengevaluasi perusahaan
g. Rasio likuiditas
1. Current ratio
 
Kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancer
2. Cash ratio (ratio of immediate solvency)
Kemampuan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan.
3. Quick (acid test) ratio
Kemampuan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (quick assets)
4. Working capital to total assets ratio
Likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja (netto)
h. Ratio Leverage
1. Total debt to equity ratio
Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan utang
2. Total debt to total capital assets
Beberapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibelanjai dengan utang atau berapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang.
3. Long term debt to equity ratio
Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk utang jangka panjang
4. Tangible assets debt coverage
 
Besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin utang jangka panjang setiap rupiahnya
5. Times interest earned ratio
Besarnya jaminan keuntungan untuk membayar bunga utang jangka panjang
i. Ratio Aktivitas
1. Total assets turnover
Kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan revenue
2. Receivable turnover
Kemampuan dana yang tertanam dalam piutang dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu.
3. Average collection period
Periode rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang
4. Inventory turnover
Kemampuan dana yang tertanam dalam inventory berputar dalam suatu periode tertentu atau likuiditas dari inventory dan tendensi untuk adanya overstock
5. Average day’s inventory
Periode menahan persediaan rata-rata periode rata-rata persediaan barang berada digudang.
6. Working capital turnover
Kemampuan modal kerja (netto) berputar dalam suatu periode siklis kas ( cash cycle ) dari perusahaan.
j. Ratio Profitabilitas /Keuntungan
1. Gross profit margin
Laba bruto per rupiah penjualan.
2. Operating income ratio (Operating profit margin)
Laba operasi sebelum bunga dan pajak (netto operating income ) yang dihasilkan oleh
setiap rupiah penjualan.
3. Operating ratio
Biaya operasi per rupiah penjualan, makin besar rasio ini semakin buruk
4. Net profit margin
Keuntungan netto per rupiah penjulan.
 
5. Earning power of total investment (Rate of return an total assets)
Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor.
 
6. Net earning power ratio (Rate of return on invesment/ROI)
Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto
7. Rate or return for the owners (Rate of return on net worth)
Kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan saham biasa


http://susriyunita.blogspot.com/2011/02/ruang-lingkup-laporan-keuangan.html